sleep paralysis

Udah pernah ngerasain lagi tidur tapi berasa ada sesuatu yang tindih atau tindis badan kamu? Saya mah pernah sekali.

Saat itu memang lagi sendirian di rumah, orang rumah lagi ada urusan diluar kota. Alhasil saya ditinggalin sendiri dan malam itu pasti bakalan tidur sendiri.

Enak-enakan tidur eh kebangun trus malah ga bisa gerak, ga bisa teriak dan sesak nafas. Trus perasaan saya kayak ada makhluk halus yang nindihin badan saya. Kalo ga salah bentuknya mirip manusia cuman ada tanduk merahnya dikepalanya. Muakanya mirip Ariel Peterpan (sekarang NOAH), itu mungkin lagi kebetulan karena saat itu lagi tenar-tenarnya Ariel dengan pemberitaan di TV bersama Luna maya dan Cut tari (atau mungkin saya yang terlalu terobsesi banget. HaHaHa).Dan akhirnya tanpa fikir panjang saya ambil kesimpulan kalo  saya beneran ditindih makhluk halus. Segala macam ayat Al-Qur’an yang saya hafal saya baca dan ga lama kemudian membaiklah saya.

***

PERNAH MENGALAMIN HAL ITU??

 Tenang, Anda tidak sedang diganggu makhluk halus.

Berdasarkan ilmu medis, keadaan itu disebut sleep paralysis atau kelumpuhan tidur. Namun, banyak masyarakat menyebutnya ‘erep-erep’. Masyarakat juga selalu mengaitkan kondisi ini karena ulah makhluk halus yang menindih tubuh kita.

Fenomena ini bisa terjadi pada siapa saja. Setidaknya orang akan mengalaminya sekali atau dua kali dalam hidupnya. Namun, Anda tak perlu khawatir, sleep paralysis biasanya tidak berbahaya.

Selama tidur, aktivitas dan otot-otot tubuh menjadi tidak bergerak, sehingga menyebabkan kelumpuhan sementara. Bahkan kadang-kadang kelumpuhan tetap ada setelah orang terbangun. Biasanya, kelumpuhan tidur diikuti dengan halusinasi. Orang yang mengalami kelumpuhan tidur merasa seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak.

Ketika seseorang tidur, aktifitas otak mengalami dua hal berbeda, yang disebut tidur aktif atau REM (rapid eye movement) dan tidur non-REM.

Non-REM selama tidur akan menghasilkan gerakkan selagi Anda tidur, seperti berbicara dalam tidur atau berjalan ketika tidur. Sedangkan REM akan mempengaruhi denyut jantung, laju respirasi dan tekanan darah ketika tidur.

Secara psikologis, sleep paralysis berhubungan dengan tidur di tahap REM, dimana setelah mengalami tidur REM, mata terbuka namun paralysis tetap bertahan.

Biasanya hal ini mengakibatkan halusinasi. Sleep paralysis terjadi sekitar 2-3 menit. Setelah otak dan tubuh berhubungan kembali, penderita dapat menggerakkan tubuhnya kembali. Namun, memori dari sensasi yang mengerikan atau mimpi buruk biasanya dapat bertahan lama

Secara fisiologis, penyebab sleep paralysis belum diketahui secara pasti. Sejauh ini, para psikologis memberikan gambaran umum mengenai penyebab terjadinya sleep paralysis, seperti kebiasaan tidur menghadap ke atas, pola tidur tak tentu, stress, dan perubahan mendadak pada lingkungan atau lifestyle.

Happy sleep dear😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s